Kita kembali ke masa lalu, pastinya anda ingat dengan sebuah band yang pertama kali menghibur dunia
lewat televisi. Siapa lagi kalau bukan The Beatles, yang sukses semasa
hidupnya menjadi legendaris dengan lagu-lagunya yang tak pernah mati
hingga sekarang. Salah satu personilnya yang meninggal dengan tragis
adalah John Lennon. Pasca bubarnya The Beatles, membuat John Lennon
terjun ke dunia politik dan menjadi aktivis kemanusiaan. Selain itu
juga, John Lennon menjadi aktivis anti perang. Karena kritikannya yang
keras dan sikap yang menolak perang Vietnam membuat ia banyak tak
disenangi oleh pemerintah Amerika.
Sebelum John ditembak, awalnya John bersama istrinya Yoko Ono baru
saja pulang dari studio. Namun begitu ia sampai di depan apartemennya di
kota New York, Amerika Serikat, tiba-tiba seseorang yang tak dikenal
menembak John Lennon dari belakang hingga empat kali. John Lennon pun
menghembuskan nafas terakhir di tempat karena darah yang keluar sangat
banyak dan tak mampu menahan peluru yang bersarang di punggungnya.
Tak lama kemudian, akhirnya pelaku yang menembak John Lennon hingga
tewas itu menyerahkan diri kepada polisi. Ia bernama Mark Chapman yang
mengaku membunuh John Lennon karena sebelumnya ada bisikan gaib yang
menyuruhnya untuk membunuh John Lennon. Dengan kesalahannya itu, Chapman
dihukum penjara seumur hidup di penjara Attica, tidak jauh dari kota
New York.
Hingga kini, hari kematian
John Lennon masih diingat oleh warga kota New York. Jutaan fans John
Lennon mendatangi kediamannya di Liverpool dan New York untuk mengenang
John Lennon sebagai aktivis yang membela untuk tidak adanya kekerasan
bersenjata. Mereka juga melakukan aksi kampanye anti kekerasan
bersenjata untuk merayakan hari kematian John Lennon.
0 comments:
Post a Comment